PADA CV. MANDALA PUTRA DENGAN MENGGUNAKAN
METODE (MRP) MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING
METODE (MRP) MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING
ABSTRAK
CV. Mandala Putra sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat namun tidak didukung oleh sistem informasi yang memadai karena masih memungkinkan terjadi kesalahan sehingga laporan yang dihasilkan tidak akurat terutama untuk sistem informasi pembelian dan persediaan. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membuat suatu sistem informasi persediaan dan bahan baku. Sistem MRP (Materials Requirement Planning) adalah suatu sistem yang bertujuan untuk menghasilkan informasi yang tepat untuk melakukan tindakan yang tepat (pembatalan pesanan, pesan ulang, dan penjadwalan ulang). Pemanfaatan MRP Pada CV. Mandala putra dimaksudkan untuk memudahkan dalam pengelolaan manajemen produksi terutama dalam hal pengelolaan data pengadaan bahan baku. Dengan menggunakan MRP diharapkan nantinya penggunaan bahan baku untuk proses produksi dapat dengan mudah dimonitor dan dikontrol.
Kata kunci : MRP, persediaan, produksi
PENDAIIULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi berkembang dengan sangat pesat. Hampir semua aspek kehidupan saat ini tidak bisa dilepaskan dari peranan teknologi informasi. Hal yang semula dilakukan secara manual sekarang telah digantikan dengan sistem yang terkomputerisasi. Masuknya teknologi informasi telah memudahkan masyarakat dalam melakukan aktifitas sehari-hari mereka.
Dunia bisnispun tidak terlepas dari peranan teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi mempengaruhi perkembangan di clunia bisnis. Perusahaan berlomba-lomba mengikuti perkembangan teknologi informasi terbaru untuk dapat diterapkan pada perusahaan mereka sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktifitas perusahaan.
Persediaan merupakan, salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan, yang secara berkelanjutan diperoleh dan dijual. Berbicara tentang sistem persediaan juga tidak akan terlepas dari masalah pembelian dimana melalui fungsi pembelian perusahaan akan mendapatkan pasokan barang dari supplier untuk pengadaan atau penyediaan barang agar rencana produksi tidak sampai tertunda dan permintaan pelanggan dapat dipenuhi dengan baik.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Sistem
Menurut Kristanto (2008 : 1), sistem merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling terkait dan bekerjasama untuk memproses masukan (input) yang ditujukan kepada sistem tersebut dan mengolah masukan tersebut sampai menghasilkan keluaran yang diinginkan.
2.1.2 Elemen Sistem
Elemen - elemen yang terdapat di dalam sistem meliputi tujuan, batasan, kontrol, input, proses, output dan umpan balik. Berikut penjelasan masing-masing elemen sistem (Kristanto, 2008:2)
a. Tujuan Sistem
Tujuan sistem merupakan tujuan dari sistem tersebut dibuat. Tujuan sistem dapat berupa tujuan organisasi, kebutuhan organisasi, permasalahan yang ada dalam suatu organisasi maupun urutan prosedur untuk mencapai tujuan organisasi.
b. Batasan Sistem
Batasan sistem merupakan sesuatu yang membatasi system dalam mencapai tujuan sistem. Batasan sistem dapat berupa peraturan-peraturan yang ada dalam suatu organisasi, biaya-biaya yang dikeluarkan, orang-orang yang ada dalam organisasi, fasilitas baik itu sarana dan prasarana maupunbatasan yang lain.
c. Kontrol Sistem
Kontrol atau pengawasan sistem merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan pencapaian tujuan dari sistem tersebut. Kontrol sistem dapat berupa kontrol terhadap pemasukan data (input), kontrol terhadap keluaran data (ouput), kontrol terhadap pengolahan data, kontrol terhadap umpanbalikdansebagainya.
d. Input
Input merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk menerima seluruh masukan data, dimana masukan tersebut dapat berupa jenis data, frekuensi pemasukan data dan sebagainya.
e. Proses
Proses merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk mengolah atau memproses seluruh masukan data menjadi suatu informasi yang lebih berguna. Misalkan sistem produksi akan mengolah bahan baku yang berupa bahan mentah menjadi bahan jadi yang siapuntukdigunakan.
f. Output
Output merupakan hasil dari input yang telah diproses oleh bagian pengolah dan merupakan tujuan akhir sistem. Output ini bisa berupa laporan grafik diagram batang dan sebagainya.
g. Umpan balik
Umpan balik merupakan elemen dalam sistem yang bertugas mengevaluasi bagian dari output yang dikeluarkan, dimana elemen ini sangat penting demi kemajuan sebuah sistem. Umpan balik dapat merupakan perbaikan sistem, pemeliharaan sistem dan sebagainya.
ANALISIS DAN PERANCANGANSISTEM
3.1 Analisis Sistem
Pada bagian ini dijelaskan proses secara garis besar lingkup sistem yang akan dikembangkan. Sistem ini berhubungan dengan perencanaan produksi, dimana jumlah produksi dan persiapan bahan baku ditentukan dari permintaan bagian penjualan.
3.1.1 Analisis Sistem Berjalan
Pada analsis sistem yang berjalan dapat dijelaskan dalam alur diagram dokumen berikut ini :
Kegiatan usaha diawali dari persediaan cat di gudang, kemudian berdasarkan order dari pembeli dibuat rekapitulasi kebutuhan cat. Selanjutnya dilakukan order pembelian bahan baku. Bahan baku yang dibeli hanya yang akan digunakan untuk pengoplosan cat. Kelemahan sistem ini jika permintaan mendesak maka perusahaan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, hal ini dipersulit jika persediaan bahan baku cat sedang kosong.
3.1.2 AnalisisSistem yang diusuikan
Analisis sistem yang diusulkan menggambarkan rencana pengembangan sistem berdasarkan sistem yang berjalan. Berikut adalah gambar alur sistem yang diusulkan.
Diawali dari bagian penjualan yang telah memiliki daftar jenis cat. Berdasarkan order pembeli direncanakan pembelian bahan baku guna melengkapi persediaan material sesuai dengan kebutuhan.
3.2 Analisis Kebutuban
Analisis persyaratan dimulai dari analisa terhadap kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. Proses pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan difokuskan, khususnya pada perangkat keras dan perangkat lunak. Untuk memahami sifat program yang dibangun, perekayasa perangkat lunak (analisis) harus memahami domain informasi, tingkah laku unjuk kerja, dan antarmuka (interface) yang diperlukan.
Dalam merancang suatu perangkat lunak, perlu memperhatikan kebutuhan yang akan digunakan dalam perancangam aplikasi sebagai berikut :
a. Hardware
Kebutuhan perangkat keras (hardware) yang diperlukan untuk dapat menjalankan perangkat lunak adalah sebagai berikut :
1. Processor Intel Pentium IV 2 Ghz,denganRAM 512 MB, Hardisk160 GB
2. KeyboarddanMouse
b. Software
Kebutuhan perangkat lunak yang diperlukan dalam pengembangan perangkat lunak dan pembuatan laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Microsoft Windows XP Profesional, sebagai sistem operasi.
2. Microsoft Word, sebagai aplikasi untuk penulisan laporan.
3. Microsoft Visio, sebagai aplikasi bantu perancangan desain program.
4. Rational Rose, sebagai tools dalam pembuatan rancangan UML.
5. Aplikasi Browser, untuk menjalankan aplikasi.
3.3 KelayakanSistem
Tahapiniadalahuntuk mempelajari, menganalisa masalah yang ada dari objek yang akan diteliti dan mengembangkan altematif pemecahan terhadap masalah sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai, yang meliputi :
1. Kelayakan Teknik, kelayakan teknik menilai apakah sistem dapat dikerjakandengan teknologi yang tersedia. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalamkelayakan teknik yaitu :
a. Ketersediaan teknologi, teknologi yang akan digunakan pada sistem yang akan dibuat harus tersedia dipasaran. Dalam hal ini adalah gambaran mengenai perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan dalam pembuatan sistem yang akan digunakan nantinya. Adapun perangkat keras yang digunakan dengan spesifikasi minimum terdiri dari processor minimum setara dengan pentium 4 dengan kapasitas RAM 512 MB dan hardisk 80 GB, monitor warna dengan resolusi graphic minimum 1024x640 piksel dan dilengkapi dengan modem untuk koneksi internet. Sedangkan untuk software menggunakan operating sistem windows XP, serta MySQL sebagai penyimpanan database.
b. Ketersediaan ahli yang dapat mengoperasikan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam hal ketersediaan ahli yang dapatmengoperasikan sistem ini, sudah tersedia walaupun perlu dilakukan pelatihan lebih khusus dapat mengoperasikan sistem ini.
2. Kelayakan Operasional, penilaian terhadap kelayakan operasional berguna untuk mengetahui apakah sistem yang akan dikembangkan dapat dioperasikan dengan baik atau tidak pada CV Mandala Putra Palembang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa kemampuan yang dimilki oleh pegawai CV Mandala Putra Palembang yaitu untuk pengolahan aplikasi dinilai sudah siap mengingat karyawan yang ada sudah tidak asing lagi terhadap komputer. Dengan mengimplementasikan aplikasi ini maka dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam hat pengolahan data manajemen produksi dan pengelolaan bahan baku sehingga dapat memberikan informasi secara cepat,
3. Kelayakan Ekonomi, kelayakan ini digunakan untuk mengetahui apakah sistem yang akan dibuat dapat dibiayai dan menguntungkan bagi CV Mandala Putra Palembang. Untuk itu yang terpenting yang harus diperhatikan adalah seberapa besar dana yang akan digunakan dalam implementasi sistem ini dibandingkan reward yang akan dicapai dalam perhitungan jangka panjang. Penerapan sistem ini tidak memerlukan spesifikasi perangkat keras yang tinggi sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana yang besar. Ketersediaan perangkat keras yang ada, saat ini sudah cukup memadai. Demikian juga tenaga operator cukup memberikan pelatihan staf yang ada tanpa merekrut karyawan baru.
3.4 Perancaugan Sistem
Alat dalam perancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan UML. Berikut diagram-diagram yang dibuat pada UML menurut (Hariyanto, 2004 : 262) terdiri dari :
1) Diagram Prilaku, memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan
mendokumentasikan aspek dinamis dari sistem. Diagram prilaku terdiri dari:
mendokumentasikan aspek dinamis dari sistem. Diagram prilaku terdiri dari:
a. Diagram use-case (Use case diagram)
b. Diagram sekuen-(Squence diagram)
c. Diagram kolaborasi (Collaboration diagram)
d. Diagram statechart (Statechart diagram)
e. Diagram aktivitas (Activity diagram)
2) Diagram Struktur, memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan mendokumentasikan aspek statik dari sistem. Diagram struktur terdiri dari :
a. Diagram kelas (Class diagram)
b. Diagram objek (Object diagram)
c. Diagram komponen (Component diagram)
d. Diagram deployment (Deployment diagram)
3.4.1 Use Case Diagram
Use case Diagram terdiri dari 2 (dua) actor yang masing-masing aktor memiliki wewenang untuk mengakses sistem. Actor admin mengaksesmemasukkan data data jenis produk, memasukkan data jumlah produksi, memasukkan data bahan baku, dan memasukkan data order material. Sedangkan pimpinan hanya melihat laporan yang sudah dibuat antara, lain laporan rata-rataproduksi, laporan peramalan produksi, laporan persediaan material dan laporan biaya bahan baku. Seluruh akses actor dibatasi dengan validasi login, sehingga tidak sembarang pemakai dapat mengakses sistem ini.
3.4.2Desain File
Desain file merupakan susunan tabel-tabel di dalam basis data sebagai tempat penyimpanan data.
1. Tabel Bahan Baku
Tabel bahan baku berfungsi untuk menyimpan data-data bahan baku berfungsicat yaitu cat oplosan yang menjadi produk utama pada CV Mandala Putra, Palembang. Adapun dalam tabel produk memiliki 18 (delapan belas) field dengan kodecat sebagai primary key mewakili atribut kode cat.
Tabel 3.2Tabel Bahan Baku
No
|
Nama Field
|
Type
|
Panjang
|
Keterangan
|
1
|
Kodewarna
|
VarChar
|
6
|
Kode cat
|
2
|
Namawarna
|
VarChar
|
30
|
Warna cat
|
3
|
Merk
|
VarChar
|
30
|
Merek cat
|
4
|
Standarmerk
|
VarChar
|
35
|
Standar merek kendaraan
|
5
|
Campuran1
|
VarChar
|
10
|
Campuran nomor 1
|
6
|
Grm1
|
Int
|
11
|
Jumlah prosentase c.1
|
7
|
Campuran2
|
VarChar
|
10
|
Campuran nomor 2
|
8
|
Grm2
|
Int
|
11
|
Jumlah prosentase c.2
|
9
|
Campuran3
|
VarChar
|
10
|
Campuran nomor 3
|
10
|
Grm3
|
Int
|
11
|
Jumlah prosentase c.3
|
11
|
Campuran4
|
VarChar
|
10
|
Campuran nomor 4
|
12
|
Grm4
|
Int
|
11
|
Jumlah prosentase c.4
|
13
|
Campuran5
|
VarChar
|
10
|
Campuran nomor 5
|
14
|
Grm5
|
Int
|
11
|
Jumlah prosentase c.5
|
15
|
Campuran6
|
VarChar
|
10
|
Campuran nomor 6
|
16
|
Grm7
|
Int
|
11
|
Jumlah prosentase c.6
|
17
|
Campuran7
|
VarChar
|
10
|
Campuran nomor 7
|
18
|
Grm8
|
Int
|
11
|
Jumlah prosentase c.7
|
2. Tabel Order Penjualan
Tabel order penjualan berfungsi untuk menyimpan data-data order cat yang dilakukan oleh pelanggan. Adapun dalam tabel order memiliki 6 (enam) field dengan noorder sebagai primary key mewakili atribut nomor order dan Kode _Pelanggan sebagai secondary key.
Tabel 3-3. Tabel Order Penjualan
No
|
Nama Field
|
Type
|
Panjang
|
Keterangan
|
1
|
Noorder
|
Varchar
|
8
|
Nomor Order
|
2
|
Tanggal Order
|
Date
|
10
|
Tanggal Order
|
3
|
Kode Plg
|
Varchar
|
6
|
Kode Pelanggan
|
4
|
Kode Warna
|
Varchar
|
8
|
Kode Cat
|
5
|
Warna
|
Varchar
|
25
|
Warna Cet
|
6
|
Volume
|
Decimal
|
10
|
Volume cat
|
3. Tabel Pelanggan
Tabel pelanggan berfungsi untuk menyimpan data-data pelanggan yang melakukan pemesancan cat. Adapun dalam tabel pelanggan memiliki 5 (lima) field dengan kodeplg sebagai primary key mewakili atribut kode pelanggan.
Tabel 3.4 Tabel Pelanggan
No
|
Nama Field
|
Type
|
Panjang
|
Keterangan
|
1
|
Kode Plg
|
Varchar
|
8
|
Nomor Order
|
2
|
Nama
|
Date
|
10
|
Tanggal Order
|
3
|
Alamat
|
Varchar
|
6
|
Kode Pelanggan
|
4
|
Kota
|
Varchar
|
8
|
Kode Cat
|
5
|
Telepon
|
Varchar
|
12
|
Nomor Telepon
|
4. Tabel Order Pembelian
Tabel order pembelian berfungsi untuk menyimpan data-data order pembelian bahan bake cat. Adapun dalam tabel order pembelian pembelian memiliki 5 (lima) field dengan noorder sebagai primary key mewakili atribut nomor order.
Tabel 3.5 Tabel Order Pembelian
No
|
Nama Field
|
Type
|
Panjang
|
Keterangan
|
1
|
Nomor Order
|
Varchar
|
8
|
Nomor Order
|
2
|
Tanggal Order
|
Date
|
10
|
Tanggal Order
|
3
|
Kode Warna
|
Varchar
|
8
|
Kode Cat
|
4
|
Warna
|
Varchar
|
25
|
Warna Cat
|
5
|
Volume
|
Decimal
|
10
|
Volume Cat
|
5. Tabel Produksi
Tabel produksi berfungsi untuk menyimpan data-data produksi pengoplosan cat. Adapun dalam tabel produksi memiliki 6 (tujuh) field dengan kodeproduksi sebagai primary key mewakili atribut kode produksi.
Tabel 3.6. Tabel Produksi
No
|
Nama Field
|
Type
|
Panjang
|
Keterangan
|
1
|
Kode produksi
|
Varchar
|
8
|
Kode Produksi
|
2
|
Tanggal Produksi
|
Date
|
10
|
Tanggal Produksi
|
3
|
Kode Warna
|
Varchar
|
6
|
Kode Cat
|
4
|
Warna
|
Varchar
|
25
|
Warna Cat
|
5
|
Campuran
|
Varchar
|
75
|
Campuran Warna
|
6
|
Volume
|
Decimal
|
10
|
Volume cat
|
4.1. Hasil
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada CV Mandala Putra, hasil akhir dari semua kegiatan dan tahapan-tahapan perancangan sistem yang telah dilakukan merupakan penerapan dari analisa dan perancangan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya yang terdiri dari desain file, desain input, dan desain basis data. Hasil tersebut merupakan sebuah sistem informasi perencanaan dan persediaan bahan baku cat yang nantinya akan diterapkan pada CV Mandala Putra. Sistem ini berbasis web dibuat dengan menggunakan aplikasi pemrograman Php dengan menggunakan basis data MySQL. Untuk mengoperasikan sistem ini menggunakan aplikasi browser, seperti Firefox, Internet Explorer, Google chrome atau aplikasi browser lainnya.
4.2. Pembahasan
Dalam sub-bab ini akan dibahas mengenai hasil perancangan yang telah termuat dalam bab-bab sebelumnya serta penjelasan penggunaan aplikasi dari mulai awal hingga sampai ke hasilnya. Adapun hasil tersebut terdiri dari perancangan basis data dalam MySQL secara fisik dan hasil perancangan berupa hasil built prototype.